Kenali Lebih Dalam Tentang Cairan Vagina

Sebagai seorang wanita, menjaga kebersihan area kewanitaan memang merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan secara rutin setiap saat. Tujuannya adalah supaya area Miss V ini selalu sehat dan bersih. Perlu kita ketahui bersama beberapa hal penting mengenai bagian pribadi dari wanita yang umumnya malu untuk ditanyakan atau diperbincangkan. Salah satunya adalah mengenai jumlah cairan vagina yang dianggap masih dalam batas normal. Cairan yang keluar dari vagina ini memang memiliki fungsi untuk dapat menjaga kelembapan di daerah kewanitaan agar terhindar dari bakteri maupun kuman. Cairan tersebut umumnya keluar dalam jumlah yang sedikit dan hanya sekedar melumaskan miss V saja. Tentang mengenai berapa banyak jumlah cairan yang dianggap normal ini memang belum ada standarisasinya. Akan tetapi patokannya ialah cairan yang keluar tersebut tak terlalu sedikit serta tak terlalu banyak. Banyak sedikitnya cairan yang keluar ini dapat dipengaruhi oleh tingginya kadar hormon estrogen, penggunaan celana yang terlalu ketat, dan juga adanya peningkatan suhu pada vagina. Secara normal, cairan yang keluar dari vagina ini berwarna bening dan kadang agak sedikit kekuningan. Selain itu cairan tersebut juga tidak lengket, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.

Cairan vagina memang dapat keluar sewaktu-waktu dan umumnya merupakan aksi dari vagina itu sendiri untuk dapat membersihkan sendiri. Ada baiknya untuk menghindari penggunaan pantyliner karena malah akan menambah tingkat kelembaban miss V serta akan menjadikannya memproduksi lebih banyak cairan. Variasi jumlah cairan yang keluar ini juga dipengaruhi oleh siklus Red Days. Di mana pada saat ovulasi, cairan organ kewanitaan atau vagina ini tampak lebih bening, licin, dan keluar agak banyak. Setelah tubuh selesai melepas sel telur maka cairan yang keluar pun lebih keruh dan juga tebal. Hal tersebut bertujuan untuk dapat menangkap sperma agar nantinya mudah untuk dibuahi. Nah, untuk dapat merawat area kewanitaan sebenarnya sangat mudah dan cukup hanya dengan membasuhnya menggunakan air serta dikeringkan dengan handuk kering saja. Tak hanya itu karena sebagai seorang wanita kita pun juga harus rajin melakukan penggantian celana dalam minimal dua kali sehari dan ada baiknya memilih bahan celana dalam dari katun supaya miss V dapat bernafas.

Saat wanita sedang dalam masa menstruasi maka jangan lupa untuk rajin mengganti pembalut untuk dapat mecegah terjadinya penumpukan bakteri serta kuman di aera miss V tersebut. Bisa juga dengan menggunakan obat pembersih daerah kewanitaan dari bahan alami yang aman digunakan dengan bahan aktif povidone loadine yang sangat ampuh untuk membunuh kuman maupun jamur penyebab keputihan, gatal, serta bau yang tak sedap. Nah, dengan begitu kini Anda tak perlu lagi bingung serta bertanya-tanya tentang cairan vagina yang memang masih belum banyak diperbincangkan oleh orang. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dari vagina antara lain seperti membasuh miss V dengan menggunakan air bersih lalu mengeringkannya dengan handuk kering. Dapat pula dengan menggunakan celana yang sedikit lebih longgar dan berbahan katun guna dapat mengurangi peningkatan suhu pada area vagina. Apabila cairan yang keluar tersebut jumlahnya sangat banyak dan disertai dengan keluhan lainnya seperti timbul rasa gatal dan juga nyeri maka ada baiknya untuk segera mengkonsultasikan hal ini kepada dokter guna mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*