Menteri Nila Moelok Tekankan 3 Hal Ini Untuk Mencegah Stunting

Upaya pemerintah khususnya kementrian kesehatan dalam menurunkan angka stunting patut diacungi jempol. Faktanya, dari tahun 2015, angka kasus stunting mengalami penurunan dari angka 36.4 % menjadi 30.8 %.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Setidanya ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah angka kasus stunting menurut Menteri Kesehatan Nila Moelok

  1. Pola Makan

Nutrisi menjadi hal penting dalam hal mencegah terjadinya stunting, Istilah ”Isi Piringku” dengan gizi seimbang merupakan inovasi pembaharuan yang dilakukan oleh kementerian kesehatan untuk memberikan formulasi ideal untuk selalu memperhatikan terkait porsi makan dan nutrisi.

  1. Pola Asuh
    ternyata pola asuh yang kurang baik ikut andil dalam mempengaruhi terjadinya stunting terutama terkait pola asuh dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita. Hal ini tentu dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan dari ibu terutama untuk selalu memperhatikan tahapan pola asuh yang dibutuhkan si anak mulai dari gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.Bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI).
  2. Sanitasi dan Akses Air Bersih

Air bersih memiliki andil juga dalam hal pencegahan stunting. Disini air bersih berperan dalam hal mencegah anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*