Ragam Motif Batik Tulis Solo

Salah satu bentuk kecintaan terhadap batik adalah dengan cara mengenal motif batik yang ada. Dengan mengenal motif motif batik yang ada saat ini bisa menjadi tahu apa makna yang terkandung dalam corak batik yang dibuat. Ya, kain batik memang bukan kain biasa yang tidak bermakna. Semua motif batik bahkan memiliki cerita dan filosofi masing-masing. Jumlah motif batik memang sangatlah banyak karena setiap daerah memiliki motif batik khasnya sendiri. Kali ini, motif batik yang akan dibahas berasal dari sebuah kota yang begitu dikenal dengan batik yaitu Solo. Seperti apakah motif batik tulis solo yang ada saat ini?

Ada beberapa motif batik tulis solo yang begitu terkenal. Bukan hanya disekitar Solo atau Jawa Tengah saja, beberapa motif batik Solo juga dikenal betul diberbagai daerah. Yang pertama adalah motif parang. Motif batik yang satu ini begitu populer karena mudah sekali dikenali. Corak dari batik ini berupa aliran gelombang diagonal dari atas ke sudut bawah. Motif parang memiliki arti berupa kekuatan dan semangat hidup yang tidak gampang menyerah. Lalu motif kedua yang harus diketahui dari motif batik Solo adalah Sidomukti. Untuk motif yang satu ini bahkan menjadi motif yang seolah wajib dalam upacara adat pernikahan Jawa karena mengandung doa kehidupan yang sejahtera selamanya. Lalu yang ketiga adalah motif kawung. Motif ini pun mudah juga dikenali karena berupa penggabungan satu corak inti yaitu empat bunga teratai yang berhadapan. Makna yang terkandung dalam motif kawung ini adalah kesucian dan umur yang panjang.

Motif yang keempat adalah motif sawat. Motif ini sedikit berbeda dari motif Solo lainnya karena tidak memiliki bentuk yang teratur dan tidak pula berupa garis garis tegas. Motif ini lebih seperti gabungan sayap burung garuda yang memiliki arti perlindungan. Tak heran, motif ini pun juga kerap digunakan diacara pernikahan untuk melindungi keluarga baru selama menjalani bahtera rumah tangga. Dan yang terakhir untuk motif batik tulis solo adalah Truntum. Motif ini dikenakan juga untuk acara pernikahan adat Jawa namun bukan untuk pengantinnya melainkan untuk orangtua pengantin. Hal ini karena motif batik yang satu ini bermakna penuntun kehidupan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*