Semakin dekat dengan tanggal pemilihan, Calon Gubernur DKI 2017 Anies Baswedan terus bergerak dan berjuang mendapatkan simpati warga. Beberapa hari yang lalu, bersama Sandiaga Uno, Anies Baswedan sudah tampil oke saat mengikuti debat resmi calon gubernur DKI Jakarta yang diadakan oleh KPUD DKI. Di debat yang di siarkan secara langsung oleh salah satu tv nasional itu, Anies berhasil menunjukkan karakter dirinya yang selama ini ia miliki. Berbeda dengan debat debat tidak resmi sebelumnya, debat kemarin diikuti oleh seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, pasangan nomor satu Agus-Sylvi enggan mengikuti debat debat yang tidak diadakan oleh KPUD DKI Jakarta. Jelas, debat terkahir menjadi ajang yang sengit karena publik menunggu adanya persaingan di atas panggung yang lengkap. Walau mendapat beberapa tekanan pertanyaan dan pernyataan, Anies tetap santun dan lancar menjawab.

Menurut psikolog Farid Poniman, karakter Anies yang tegas dan santun kembali ia perlihatkan dengan jelas di debat resmi kemarin. Beberapa kali, Anies mendapat tekanan baik dari pertanyaan yang dilontarkan dari pasangan calon lain maupun mendapat tekanan dari pernyataan pernyataan. Seperti adanya sapaan “Pak Menteri” dari ibu Sylvi yang berusaha menekan dia karena dia merupakan menteri dari pemerintahan Jokowi yang terkena reshuffle. Mendapat tekanan beruapa sindiran seperti itu, ia tetap santun dan tidak menunjukkan gerakan gerakan atau ekspresi wajah yang menunjukkan kemarahan. Walau santun, tetapi Anies bukan berarti hanya diam. Beliau tetap bisa bermain kata untuk mencoba melawan kembali serangan yang telah dilontarkan. Begitu juga dengan pertanyaan yang sempat membuatnya tertekan, Anies bisa menjawabnya dengan tegas dan memuat esensi yang jelas. Calon Gubernur DKI 2017 Anies Baswedan memang tipe pemikir. Pihaknya menilai sesungguhnya debat resmi di atas panggung dan disiarkan secara langsung di stasiun tv itu menyayangkan jika masyarakat Jakarta hanya menilai debat sebagai ajang adu program kerja. walau begitu, dikesempatan yang baik beliau tetap menyampaikan gagasan dan pemikirannya terutama tentang reklamasi. Beliau dengan gaya edukasi dan ketenangannya berkomentar bahwa reklamasi itu tidak pro rakyat kecil. Kebijakan yang tengah di lakukan oleh Ahok itu dikatakan oleh Anies Baswedan hanya menguntungkan pihak papan atas atau kaum konglomerat saja.

Setelah debat selesai, Anies dan Sandiaga Uno langsung kembali bergerilya mencari restu dari masyarakat ibu kota. Di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Anies Baswedan berdialog dengan pedagang kecil atau pedagang kaki lima. Mereka berkeluh kesah dengan menceritakan bahwa selama ini mereka sedang ketakutan dan khawatir tidak bisa mencari nafkah. Salah satu warga disana dengan lantang mengungkapkan bahwa dengan berdagang walau tarafnya kecil, itulah sumber penghasilan mereka. Kehidupan mereka bergantung pada kebijakan pemerintah. Jika digusur, ia berkata akan bingung mencari uang dari mana. Calon Gubernur DKI 2017 Anies Baswedan mengerti betul bahwa pedagang kecil itu menderita dan ketakutan. Beliau menambahkan, bahwa jika terpilih nanti tidak ada yang namanya penggusuran. Konsep pasangan nomor urut 3 itu adalah tata ulang dan peremajaan. Akan ada evaluasi tempat dagang yang tentu akan menjadi solusi fasilitas untuk rakyat kecil beedagang. Sementara itu, terlihat terpisah, Sandiaga pada tanggal 16 Januari 2017 itu blusukan di kawasan Jakarta Timur untuk bertemu dengan pedagang di pasar. Sosok pria yang sukses dengan usahanya itu memberikan penjelasan kepada para pedagang terutama pedagang cabai dan jengkol bahwa dirinya memiliki jurus khusus agar harga tidak melonjak tinggi. Penjelasan tersebut direspon positif oleh masyarakat sekitar pasar karena memang harga yang melonjak tinggi membuat minat beli menurun.

By eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *